Jangan Main Basah-basahan, Abu
Sore hari itu hujan mengguyur Kemang dengan deras. Rumah Damais pun sedang ramai, karena Zelda-nya Abu tengah membuat kegiatan urusan kantornya di situ. Baik hujan dan keramaian itu sungguh sama sekali tak mempengaruhi Abu, yang duduk santai di salah satu meja bundar di beranda samping—meja tertentu itu oleh anak-anak Abu disebut sebagai meja Oom Adji.
Aku juga duduk di meja bundar itu, tepat di hadapan Abu, sambil bekerja dengan laptop-ku. Saat aku menengadah dari laptop, mataku menangkap Abu yang tampak asik dengan ponselnya. Iseng, aku diam-diam memotret Abu. Fotonya lalu aku pasang di facebook. Dengan men-tag Abu, dan menulis sejumput caption pendek.
“Selamat sore yang basah, Abu. Jangan basah-basahan ya,” begitu yang kutulis.
Hari berlanjut
malam, kini hanya tinggal Abu dan aku karena yang lain sudah pulang ke rumah
masing-masing atau ke urusan yang lain. Seperti biasa, kami makan malam berdua
di meja yang juga bundar tapi yang ini berada di ruang tengah. Selesai makan,
sambil menunggu Warno menghidangkan buah, aku mengisi jug tempat air dengan air
putih dari dispenser. Kuletakan jug yang sudah penuh air itu di tengah-tengah meja
tempat kami makan tadi. Lalu aku kembali duduk di tempatku.
Setelah duduk, barulah aku melihat bahwa posisi jug terlalu jauh dari jangkauan Abu. Hari itu, pinggang bawahku sedikit tak karuan rasanya, karena sejak kemarin dan kemarinnya lagi terlalu lama duduk di kursi yang tak ergonomis saat bekerja dengan laptop-ku. Rasa tak nyaman itu mengganggu sekali, juga mengganggu keleturan gerakanku. Itu sebab, upayaku untuk mendekatkan jug itu ke Abu, aku lakukan tanpa berdiri. Jug yang rada berat karena penuh air itu aku geser saja dengan cara mendorongnya.
Alih-alih bergeser, si jug itu memutuskan untuk menjatuhkan dirinya begitu saja. Air yang penuh di dalamnya tumpah semua. Tak hanya membasahi taplak batik cantik karya Abu yang baru diganti kemarin, tapi air juga mengalir sampai tummpah ke pangkuan Abu. Membasahi pakaian Abu, tentu saja.
Abu terbahak-bahak. Aku lari panik ke belakang memanggil Warno untuk mendapat bala bantuan.
Aduh, padahal
aku yang bilang via caption foto tadi supaya Abu jangan main basah-basahan.
Sepertinya aku kualat nih…
Comments
Post a Comment